Ketika Alam Mengajari Bangsa Indonesia untuk Berlaku Jujur: Pesona Banjir Besar Akhir November di Sekujur Sumatera

Oleh: Syahrul Efendi Dasopang, Ketua Umum PB HMI 2007-2009.

Persoalan besar bangsa Indonesia, suka berdusta dengan beragam bentuknya itu.

Hakikat korupsi juga sebenarnya berdusta, yaitu mendustai sumpah jabatan, batas wewenang dan janji.

Hakikat selingkuh juga sebenarnya tentang berdusta, yakni lagi-lagi mencederai janji pada pasangan dan diri sendiri karena memilih memanjakan nafsu.

Dan dua kedustaan inilah yang merata dilakukan oleh semua strata dari bangsa ini, dari elit hingga jelata.

Adapun alam, tidak suka berdusta. Kalau memang kebutuhan tanah akan air yang ditumpahkan padanya sekian volume, maka tanah akan memuntahkan yang bukan porsinya. Tidak seperti para pejabat urusan haji yang suka menjual porsi haji yang bukan haknya.

Akibat kejujuran alam ini, kayu-kayu gelondongan yang belum sempat diangkut kaum serakah dari atas tanah, dimuntahkan oleh tanah ketika curah air hujan melewati batas daya tampung tanah itu, apalagi urat-urat dan akar pohon yang tadinya sebagai penahan air agar tidak segera dimuntahkan, sudah tak berfungsi lagi akibat pohon-pohonnya ditebangi.

Kejujuran memang salah satu hukum dasar terjadinya keseimbangan alam dan tentunya juga masyarakat manusia. Jika kejujuran telah hilang, semua serba memuakkan dan akhirnya mendorong terjadinya muntah. Bagi umat manusia bentuk muntah bisa dengan bentuk kerusuhan hingga revolusi besar. Demikian juga alam. Longsor dan banjir yang akhirnya menelan korban alam dan manusia di sekitarnya seperti di Sumatera dewasa ini, karena alam juga muntah akibat ketidakseimbangan yang dirasakan olehnya.

Alam mulai bosan
Bersahabat dengan kita, kata Ebiet G Ade.

Berita Terkait

KUHP Baru, Legalisasi Zina dan Kriminalisasi Nikah Syar’i

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.Advokat. Pemberlakuan KUHP baru per 2 Januari 2026, diklaim oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra sebagai tanda berakhirnya… Baca selengkapnya ->

Ekonomisasi Korupsi

Oleh: Yudhie Haryono, CEO Nusantara Centre. KPK menangkap koruptor rata-rata satu pelaku setiap minggu dan kita membaca berita korupsi setiap hari. Ujungnya, KKN kini jadi tradisi bahkan agama. Melawan KKN… Baca selengkapnya ->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

KUHP Baru, Legalisasi Zina dan Kriminalisasi Nikah Syar’i

  • By Suparman
  • Januari 9, 2026
  • 0
  • 155 views
KUHP Baru, Legalisasi Zina dan Kriminalisasi Nikah Syar’i

Ekonomisasi Korupsi

  • By Suparman
  • Januari 5, 2026
  • 0
  • 217 views
Ekonomisasi Korupsi

KUHAP Baru: Legalitas Represi Berkedok Reformasi Hukum

  • By Suparman
  • Januari 5, 2026
  • 0
  • 260 views
KUHAP Baru: Legalitas Represi Berkedok Reformasi Hukum

Pilkada Tidak Langsung: Ikhtiar Pemulihan Institusi dan Disiplin Publik

  • By Suparman
  • Januari 2, 2026
  • 0
  • 203 views
Pilkada Tidak Langsung: Ikhtiar Pemulihan Institusi dan Disiplin Publik

Naif, Perpolri No. 10 Tahun 2025: Kapolri Mengajarkan Pelanggaran Hukum dan Membangkang Konstitusi

  • By Suparman
  • Desember 28, 2025
  • 0
  • 245 views
Naif, Perpolri No. 10 Tahun 2025: Kapolri Mengajarkan Pelanggaran Hukum dan Membangkang Konstitusi

Banjir Besar di Aceh Tamiang: Menelisik yang Ditutupi

  • By Suparman
  • Desember 27, 2025
  • 0
  • 162 views
Banjir Besar di Aceh Tamiang: Menelisik yang Ditutupi